songket bali kris dayanti

Kain Songket Bali nan Menawan dalam 4 Ragam Motif

Sebagai bagian dari produk budaya masyarakat setempat, kain tenun seringkali juga merefleksikan cara hidup dan kehidupan sehari-hari masyarakat tersebut. Songket Bali adalah salah satunya. Ragam hias motif yang ada pada selembar kain songket bali nan menawan hati tidak hanya indah tetapi juga mengandung nila-nilai ajaran yang diambil dari pandangan bijak atau filsafat hidup yang bersumberkan dari tradisi sertai nilai-nilai agama yang dianut oleh masyarakat Bali.
songket bali kris dayanti
Songket Bali tidak cuma hasil ketrampilan namun juga bentuk identitas cultural masyarakat Bali. Songket Bali awalnya hanya digunakan oleh kaum bangsawan Bali saja, lalu kemudian digunakan juga oleh masyarakat biasa meski hanya untuk acara-acara penting seperti menikah atau untuk upacara potong gigi. Di Bali, pada saat perhelatan pernikahan kebanyakan pengantinnya menggunakan kain songket sebagai pakaian penganting dibandingkan dengan kain tenun lainnya, endek misalnya.

KAIN SONGKET BALI NAN MENAWAN DALAM 4 RAGAM MOTIF

Songket Bali, secara umum terbagi dalam 4 macam, yang dibedakan berdasarkan benang yang digunakan sebagai bahan penyusunnya.
Yaitu antara lain :

Kain Songket Bali Benang Emas

Kain songket-bali-benang-emas
Ini merupakan kain songket bali yang paling mahal harganya, sebab bahan yang digunakan adalah benang emas. Desain motif pada kain songket ini, cenderung rapat dan dengan tingkat kepadatan yang tinggi. Desain yang rumit dengan tingkat kesulitan paling tinggi menjadi tolok ukur harga selembar kain songket jenis benang emas. Semakin rumit desainnya dan semakin mahal bahan pembuatannya maka harganya pun semakin mahal.

Kain Songket Bali Benang Perak

Kain Songket Benang Bali Perak
Dari namanya sudah memperlihatkan bahwa pembuatan kain songket bali jenis ini adalah benang perak. Beberapa waktu belakangan, songket benang perak lebih banyak disukai sebab terkesan lebih modern dibandingkan dengan benang emas. Mungkin juga terpengaruh oleh trend global yang menyukai warna-warna silver yang berkesan millennium dibandingkan dengan gold yang jadul.

Kain Songket Bali Benang Katun

Kain songket bali benang katun
Benang katun punya kelebihan dibandingkan dengan benang emas dan perak adalah pilihan warna benangnya. Terdapat bermacam warna benang katun di pasaran, yang memudahkan perajin untuk membuat desain yang lebih ber corak dan berwarna-warni. Ciri utama kain songket bali benang katun adalah warna-warna nya lebih kaya, meski motifnya cenderung agak longgar dan sederhana namun banyak disukai karena berkesan luwes dan santai juga harganya lebih murah disbanding songket benang emas atau perak

Kain Songket Bali Benang Kombinasi

Kain songket bali kombinasi benang emas dan katun
Yang ini adalah versi alternatif, yaitu percampuran antara 1 atau 2 jenis bahkan 3 benang diatas. Ruang eksplorasi perajin pada desain dan motif menjadi lebih terbuka, tidak sesempit sebelumnya. Maka banyak sekali dihasilkan desain yang menarik, fresh dan catchy dari eksplorasi dengan menggunakan bahan campuran. Kombinasi antar jenis benang, misalnya benang katun dengan benang emas dan perak atau benang katun dan perak saja menjadikan songket lebih berwarna dan tampak indah. Kain songket jenis kombinasi, beberapa waktu terakhir sedang trend dan banyak diminati di pasaran pedagang songket di Bali.

Kain Songket Bali

Pengembangan songket bali dan eksplorasi kreatifitas perajin menjadikan songket bali menarik dan banyak diminati. Tidak hanya pada bahan yang digunakan saja tetapi juga desain dan motif yang diaplikasikan. Meski secara umum, motif-motif lama masih dipertahankan dan diproduksi namun sudah banyak muncul motif-motif baru sebagai bentuk pengembangan dari motif-motif lama tersebut. Sehingga pembeli menjadi banyak alternative dan lebih tertarik untuk memiliki beberapa varian yang imbasnya pasar kain songket bali menjadi lebih bergairah.

Mukena Songket Bali MSB-11084

Mukena Songket Bali MSB-11084 RajaMukena.com

Belakangan, muncul kain-kain sintetis yang mengambil inspirasi kain songket bali sebagai motif kain dalam bentuk printing. Kain jenis BSY ini sebagai alternatif murah bagi yang tidak mampu memiliki kain songket mahal atau sebagai fungsi lainnya, yang terkadang kain songket asli tidak cocok untuk dimanfaatkan. Salah satunya adalah mukena songket bali yang diproduksi oleh pusat grosir mukena etnik RajaMukena.Com.

Mukena songket bali, jenis mukenah etnik yang cantik ini dibuat dari bahan kombinasi antara kain rayon dengan kain bsy. Diproduksi dengan ukuran Jumbo, membuat pemakainya lebih nyaman sebab ekstra longgar sehingga tidak mengganggu kekhusyukan saat Ibu-Ibu menjalankan Sholat. Info detail harga grosir dan eceran silahkan klik foto dibawah atau hubungi kami di:

Order ?
Hubungi kami melalui :
SMS /Whatsapp : 0899 368 555 9 | BBM : 520f5f54

Mukena-Songket-Bali-Kolase-Nov-2015

Kain Tenun Geringsing Tenganan Bali

Kain Tenun RangRang Bukanlah Tenun Ikat

Selama ini yang kami pahami bahwa tenun rangrang tergolong tenun ikat. Ternyata ada kesalahan persepsi dari banyak orang tentang pemahaman mengenai hal tersebut.. Karena ketidaktahuan atau mungkin juga kurangnya informasi. Beruntung ada yang meluruskan tentang hal ini. Menurut penjelasan Bapak Diarta Darsa di sebuah grup Facebook, Kain Tenun RangRang Bukanlah Tenun Ikat. Berikut penjelasan beliau, yang kami copas dari Grup FB :

MELURUSKAN INFORMASI TTG Tenun RANG RANG NUSA PENIDA
Melejitnya Tenun RangRang saat ini, tidak dibarengi dengan informasi yg valid ttg tenun Rangrang. Bahkan ada yg hanya memberikan info asal2an bahkan salah dg menyebut rangrang dg tenun ikat.

Tenun Rangrang BUKANLAH Tenun IKAT.

Sekali lagi BUKAN T E N U N I K A T.

Tenun ikat adalah tenun yg dlm membentuk pola/gambar/motif menggunakan benang putih dg teknik mengikat benang serat atau benang pakan atau kedua-duanya (ikat ganda) dg motif/gambar menggunakan tali rapia, kemudian dicelup dg pewarna. Dan bekas ikatan setelah dicelup akan tetap putih kemudian motif yg msh putih diwarnai ulang/mengoles secara manual atau teknik pewarnaan lainnya, bukan dg celup lg. 1 lembar kain menggunakan baris/lungsi serat 800-1200 serat benang dan 1 helai benang pakan. Contoh kain Endek.

Sedangkan Tenun Rangrang dlm membentuk pola/motif/gambar, murni dg menggunakan benang pakan 1 warna yg sdh jadi (pabrikan/hasil celupan) dg cara semi sulam, jika dlm 1 kain (lebar 1m) menggunakan 7 gambar/motif (misalnya motif wajik/bianglala/borobudur/zigzag/perahu/tangga/3dimensi/bunga/kupukupu dll) maka benang pakannyapun berjumlah 7 juga, dengan gulungan pakan secara terpisah dimasukkan secara manual dg tangan per gambar TIDAK BISA MENGGUNAKAN ALAT TENUN AUTOMATIS/ MESIN seperti menenun endek yang hanya tinggal menginjak pedal kiri kemudian kanan alat tenun saja terkecuali benang putus/gambar meleset baru kemudian menggunakan tangan utk memutus/menyambung benang pakan.

DIMANA UNIKNYA RANGRANG?
Jika kain biasa menggunakan serat/baris/lungsi benang yg rapi dan teratur tanpa ada jarak dan serat benang yg tak boleh putus (jika putus hrs disambung) dg menggunakan 1 helai benang pakan yg sdh bermotif/bergambar dg memasuk 1 bng pakan itu bolak balik kiri kanan sampai selesai maka kain rangrang justru sebaliknya.

Kain Rangrang menggunakan serat berjarak/berrangrang/MERANGRANG (sehingga disebut kain RANGRANG) dg jarak/rangrang selebar baris tersusun. Misal : serat 1-10 ada serat benangnya, kemudian serat 11-20 kosong/tanpa serat/kosong/merangrang,kemudian serat 21-30 berserat lagi, 31-40 kosong/merangrang lagi dan seterusnya sampai serat 800-1200serat/sehelai kamben/selendang. Kecil Lebarnya serat yg kosong/merangrang (misal 6/8/10/12 benang serat) akan menentukan tingkat kelembekan kain, semakin lebar maka semakin lembek/lembut kain rangrang itu. Semakin kecil rangrangnya/jarak yg kosong antar serat maka semakin kaku kainnya. Penggunaan lebar/kecilnya rangrang ditentukan oleh jenis benangnya (sutera, metris, rayon,katun), dan tentu tergantung selera penenun. Semakin lebar rangrangnya maka semakin murah harganya krn jumlah benang yg digunakan semakin sedikit.

Keunikan lainnya adalah penggunaan benang PAKANnya. Benang pakan digunakan utk membuat/pola/gambar/motif. Jika pada kain endek benang pakannya hanya sehelai saja yg dimasukan ke serat/lungsi dari kiri ke kanan bolak balik sampai selesai, maka benang pakan pada kain rangrang menggunakan gabungan benang berjumlah 4/6/8/10 benang menjadi 1 helai pakan, tetapi gabungan benang itu tidak DIGILING, hanya digabung bebas terurai atau semrawut saja, bahkan sekarang sdh ada yg brani tampil beda dg mencampur beberapa warna dlm 1 pakan. Biasanya digunakan untuk tepi/pinggiran kain, biasa menggunakan warna TRIDATU, namun tergantung selera penenunnya juga. Semakin sedikit gabungan benang pakannya maka semakin TIPIS kain rangrangnya, semakin banyak gabungan benang pakannya maka kain rangrangnya semakin TEBAL. Semakin sedikit gabungan benang pakannya maka semakin murah kain rangrangnya krn jumlah benang yg digunakan sedikit juga.

Jadi, Harga kain rangrang tergantung dari: jenis kain, lebarnya rangrang antar serat dan banyaknya gabungan jumlah benamg pakan yg digunakan serta jumlah warna/ motif/pola/gambarnya. Semakin banyak warna/motif/gambar maka semakin banyak jumlah gulungan benang pakan yg digunakan artinya semakin lama waktu menenunnya krn harus memasukkan benang pakan satu per satu per warna/per motif.
Tips memilih KAIN RANGRANG:
1. Tentukan dulu tujuan anda dlm membeli rangrang digunakan utk apa (kamben, jas/blazer/safari/kemeja/dress/blouse dll)
2. Kemudian tentukan jenis benangnya (sutera/metris/katun/rayon)
3. Tentukan pewarnanya (pewarna alam/kimia)
4. Jika ingin membuat jas/blazer/safari/kemeja yg berporing gunakan yg serat yg rangrangnya kecil (4/6) tapi pakannya banyak (8/10)
5. Jika ingin membuat blouse/dress/kemeja tanpa poring atau ukuran tubuh besar. Pilihlah kain rangrang yg rangrangnya lebar (10/ 12) dan pakannya sedikit (4/6) agar terkesan jatuh dan mengikuti lekuk/bentuk badan.
6. Utk baju lengan panjang minimal utk 1 bahan panjangnya 2,5 – 3 m lebar 1-1,2 m.

Macam-macam benang yg biasa digunakan Rangrang di Nusa penida saat ini, disusun sesuai tingkat harganya:
1. Sutera dg Pewarna alam.
2. Sutera dg pewarna kimia/pabrikan.
3. Metris pewarna Alam
4. Katun pewarna alam
5. Rayon pewarna alam
6. Metris pabrikan
7. Katun pabrikan
8. Rayon pabrikan

Utk kain dg pewarna ALAM akan mengalami REDUKSI warna / luntur / “ngencehin” minimal sampai 2x cuci,warna yg tereduksi adalah residu/sisa warna celupan yg belum sempurna melekat/menyatunya dg benang.
Benang yg tidak ‘ngencehin’ saat dicuci adalah sutra, metris dan rayon terkecuali yg menggunakan pewarna alam akan tetap ada pembuangan residu/sisa celupan min 2x cuci.

Satu hal lagi WAJIB DIIKUTI :

JANGAN MENCUCI RANGRANG DI MESIN CUCI atau menggunakan sikat cuci.

Ini karena benang pakan yang tidak terikat pada serat krn dirangrang/serat dikosongin mudah utk terkait/mengait dg kain lainnya yg bisa menyebabkan kain rangrang kusut dan tertarik (mebubrusan). Apalagi utk pewarna alam Reduksi warna akan terus terjadi setiap dicuci/residu warna tanpa henti jika menggunakan mesin cuci
Utk PEDAGANG & PENGEPUL tolong ini!!!!

Buat penggiat rangrang yg mempromosikan kain rangrang, TOLONG PAHAMI INFORMASI ini agar tidak salah menjelaskan sehingga menyebabkan Ketidakpuasan thd kain rangrang dikemudian hari bisa kita hindari. Utk kelangsungan Tenun Rangrang yg kita banggakan ini.

Buat para pengepul/saudagar rangrang, PLEASE DECH…. Saya mohon sekali…. jangan menyamaratakan harga rangrang baik membeli ke pengrajin maupun menjual ke end user.
Belilah dan juallah sesuai dgn tingkat kesulitan motif/gambar, kondisi jarak serat dan jumlah gabungan benang pakannya.
Berikan info yg jelas ke calon pembeli dg baik KENAPA HARGANYA BERBEDA. Pastilah pembeli memahaminya. Ada kualitas ada harga.
Jika anda para sodagar/pengepul menyamaratakan harga, artinya anda sedang perlahan bunuhdiri dan bunuh pengrajin. Krn pengrajin hanya akan membuat motif sederhana misalnya wajik dg serat yg lebar dan benang pakan yg sedikit. Artinya krn anda mematok harga rendah, kualitas akan turun dan pembelipun berkurang. Pengrajinpun gulung abah. Andapun bisa gulung tikar.
Yang berkenan tolong di share!

Sumber : https://www.facebook.com/groups/456815614390598/780975751974581/

kain gringsing tenganan dalam upacara adat 1

Kain Tenun Geringsing Tenganan Bali

Indonesia memiliki kekayaan tekstil tradisional yang tersebar di setiap sudut daerah, masing-masing memiliki karakteristik dan kekhasan tersendiri. Di antara keragaman dekoratif dan teknik yang digunakan, ada juga hal unik yang timbul dari Teknik pewarnaan, yang diproses dengan pewarna alam. Keberadaan dan keaslian Teknik pewarnaan masih disimpan di beberapa tempat di Indonesia hingga saat ini. Umumnya, masyarakat membuat proses pembuatan kain sebagai bagian dari ritual keyakinan. Salah satunya adalah masyarakat di Tenganan, Bali, sebuah kawasan di Bali yang selalu menggunakan kain sebagai bagian penting dalam setiap upacara adat. Kain ini dikenal dengan nama Kain Geringsing.
Kain Tenun Geringsing Tenganan Bali
Warna yang ditampilkan dan juga nilai sakral yang menyertai dalam pembuatan Kain Tenun Geringsing sangat khusus dan unik, tidak ditemukan di daerah lain. Ini adalah salah satu kekayaan jenius lokal yang harus dilestarikan. Selain teknik yang unik dan bahan-bahan khusus, tenun ikat Geringsing Tenganan juga menyimpan mitos dan filosofi. Di dunia, Ikat ganda, sebuah teknik yang digunakan dalam proses pembuatan kain tenun hanya bisa ditemui di desa Bali Aga di Tenganan Bali Indonesia, Okinawa di Jepang dan Gujarat di India.
Kain Tenun Geringsing Tenganan Bali
Kain Tenun Geringsing berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat dalam Dewa Indra sebagai dewa pelindung utama. Proses awal yang diperlukan untuk membuat Geringsing adalah dengam mengadakan upacara khusus yang dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat desa Tenganan. Orang-orang di Tenganan percaya bahwa Geringsing adalah warisan yang sangat berharga sebagai alay untuk menghindari semua penyakit dan gangguan Roh-roh jahat.
Penari Bali Kain Tenun Geringsing Tenganan
Hal yang diyakini di Tenganan, Kabupaten Karangasem, Bali, gringsing itu dikembangkan jauh sebelum kerajaan Majapahit didirikan. “Sebelum Kerajaan datang ke Indonesia, pada zaman Bali Kuno, kita sudah punya gringsing. Ada seorang yang terkenal kami desa bernama Gigringsing,”kata salah satu penenun gringsing terkemukan di desa Bali Aga ; Nyoman Nuri Suarni. Ia mulai pelatihan dalam seni esoteris ketika masih kecil.
Nyoman Nuri
Nyoman Nuri Suarni memiliki tenun gringsing selama lebih dari 70 tahun. Gringsing artinya tanpa penyakit. Gringsing adalah obat untuk orang-orang dari Tenganan karena terbuat dari bahan-bahan alami dan memiliki simbol-simbol warna Brahma, Wisnu dan Siwa. Desa ini lebih tepat dikenal sebagai Tenganan Pegringsingan, desa antara bukit-bukit dan pantai yang penduduknya dikenal sebagai pembuat gringsing.
kain gringsing tenganan dalam upacara adat
Obat dan suci keyakinan yang terikat ke setiap benang gringsing adalah bagian dari permadani sehari-hari kehidupan Tenganan, dengan kain Suci yang digunakan dalam ritual sejak dari buaian hingga ke kuburan.
kain gringsing tenganan dalam upacara adat 1
Orang-orang mulai memakai gringsing dari usia 7 tahun. Hal ini digunakan dalam pernikahan, potong gigi, dan sebagai selimut  mayat. Bayi tidak perlu perlindungan gringsing karena mereka seperti gringsing dan sukla, masih utuh dan sempurna.

Kain Gringsing dipakai dalam Proses Pernikahan

Kain Gringsing dipakai dalam Proses Pernikahan

Ragam Kain Tenun Adat Indonesia Budaya Adiluhung Nusantara 2

Ragam Kain Tenun Adat Indonesia Budaya Adiluhung Nusantara

Indonesia adalah negeri yang kaya. Tidak hanya kaya dengan hasil bumi dan isi alamnya namun juga kaya dengan Budaya berikut hasil atau produk yang dihasilkan dari budayanya. Salah satu produk kebudayaan dari rakyat Indonesia adalah kain indah mempesona baik berupa kain tenun, sulam, songket juga batik. Kain  Warisan budaya yang sangat mahal ini diperoleh dari kecerdasan masyarakat yang mendiami bumi pertiwi nan cantik ini. Orang Indonesia jaman sekarang dengan begitu malasnya hanya menyebutnya sebagai kain motif etnik, padahal beda daerah beda pula kain tenun adatinya. Berikut ini artikel tentang Ragam Kain Tenun Adat Indonesia Budaya Adiluhung Nusantara yang diambil dari buku Album Tenun Tradisonal Indonesia.

Ragam Kain Tenun Adat Indonesia Budaya Adiluhung Nusantara

Sumber Foto : Flickr/gedelila

Berdasarkan hasil penemuan tentang aneka ragam alat-alat tenun yang pernah (dan masih) dipergunakan oleh berbagai suku di Indonesia, dapat diketahui bahwa kebudayaan menenun timbul bersamaan dengan peradaban manusia. Kulit kayu dan kulit binatang yang semula dipergunakan sebagai pakaian (penutup badan), sesuai dengan kemajuan peradaban kemudian diganti dengan pakaian yang diperoleh dengan kepandaian bertenun. Secara sederhana dapat diterangkan bahwa sebuah kain tenun, dihasilkan oleh perjalinan benang lungsin (benang yang menunggu) dengan benang (pakan (benang yang datang). Proses yang amat sederhana inilah yang kemudian berkembang dengan berbagai teknik yang bermacam-macam sesuai dengan kreatifitas manusia, sehingga menghasilkan ciptaan-ciptaan yang indah dan menarik

Ragam Kain Tenun Adat Indonesia Budaya Adiluhung Nusantara 2

Sumber Foto : flickr/zakianmaryoto

Dalam perkembangan selanjutnya terlihat bahwa kepandaian menenun tidak saja lagi ipergunakan untuk sekedar menghasilkan hanya kain sebagai penutup tubuh, tapi lebih dari itu kain tersebut dapat merupakan sebuah karya seni yang muncul sesuai dengan alur kehidupan masyarakat. Sehelai kain tenun yang indah, tidak saja berfungsi sebagai busana penutup tubuh, namun lebih dari itu ia dapat menunjukkan derajat dan martabat sipemakainya. Kain tersebut dapat menunjukkan pesan khusus yang terselip dibalik motif dan warna-warnanya. Jadi bentuk saja belumlah cukup, harus disertai dengan makna dari lambang yang tersembunyi di balik motif dan ragam hias yang menyertainya.

Ragam Kain Tenun Adat Indonesia Budaya Adiluhung Nusantara 3

Sumber Foto : Steven Fitzgerald Sipahutar flickr/wwostreet

Kalau dikelompokkan, kain tenun adati di Nusantara ini dapat dibagi menjadi empat kelompok besar (kelompok utama) yaitu yang meliputi :
1. Kain batik di pulau Jawa.

Batik Tulis

Proses Batik Tulis Jwa Tengah

2. Tenun Ikat, yang tersebar dibeberapa daerah dengan menggunakan teknik ikat pakan, ikat lungsi dan ikat ganda pakan dan lungsi. Bahan-bahan yang dipergunakan kebanyakan benang katun.

Tenun Ikat Sumba

sumber : flickr/ninaflynnphotography

3. Tenun Songket terutama yang banyak dikerjakan oleh pengrajin-pengrajin tenun songket di Sumatera. Baik Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung. Teknik yang digunakan juga bermacam-macam.

Kain Songket Batak Toba

Kain Songket Batak Toba
Sumber Foto : flickr/endakaban

4. Seni Sulaman. Seni sulaman banyak tersebar di daerah-daerah seperti Aceh Minangkabau, Palembang, Tasikmalaya, Gorontalo dan juga Kalimantan Timur

kain sulam khas suku dayak kalimantan timur

Sulam Khas Kutai Kartanegara Kalimantan Timur

Demikian informasi tentang jenis kain etnik Indonesi dalam tajuk Ragam Kain Tenun Adat Indonesia Budaya Adiluhung Nusantara dari Grosir Mukena Etnik Indonesia selanjutnya akan kami bahas masing-masing kain etnik Indonesia per Provinsi.