Kain-Sasirangan

Mengenal Kain Sasirangan Tiedye Etnik Khas Banjar

Sasirangan adalah kain khas adat Banjar di Kalimantan Selatan, yang dibuat dengan teknik tusuk jelujur kemudian diikat tali rafia dan selanjutnya dicelup. Kain Sasirangan adalah kain yang didapat dari proses pewarnaan rintang dengan menggunakan bahan perintang seperti tali, benang atau sejenisnya. Bersama Mukena Bali Etnik, yuk lebih mengenal Kain Sasirangan tiedye etnik khas Banjar.
Kain Saisirangan BanjarBerdasarkan dongeng, atau cerita yang berkembang  di Masyarakat  Banjar dari tetua Adat Banjat pada abad XII hingga abad ke XIV, kain sasirangan digunakan sebagai media untuk mengobati orang yang sedang sakit. Juka merunut asal muasalnya, kain sasirangan di pertama kali dibuat oleh Patih lambung Mangkurat. Dari hasil beliau bertapa 40 hari 40 malam menghanyutkan diri di atas lanting, istilah orang Banjar untuk rakit, dengan mengikuti arus sungai. Jelang akhir pertapaan beliau, muncul seorang putri junjung buih yang berasal dari segumpalan buih dipermukaan air yang meminta syarat ia akan muncul ke permukaan berbentuk wujud puteri junjung buih yang nantinya akan menjadi Raja di Banua banjar.

MENGENAL KAIN SASIRANGAN TIEDYE ETNIK KHAS BANJAR

Sejarah Kain Sasirangan

Sungai di Kalimantan Selatan Sumber Flickr/ikhsan effendi

Permintaan putri junjung buih adalah Istana Batung yang diselesaikan dalam sehari. Permintaan itu di penuhi oleh patih lambung mangkurat dengan memerintahkan 40 orang puteri untuk membuat kain sasirangan dengan motif wadi, padi waringin, yang di calap, dicelup atau direndam, lalu kemudian di warnai.

Proses Pencelupan Kain Sasirangan

Proses Pencelupan Kain Sasirangan Sumber: Flickr/ikhsan effendi

Makna dari “Sa” yang artinya satu dan “Sirang” artinya Jelujur, Sesuai dengan cara pembuatannya di jelujur dan di simpul kemudian di celupkan untuk pewarnaanya.

Proses pewarnaan Kain Sasirangan dengan celup tersebut, mirip dengan pewarnaan batik atau kalau di luar ngeri mirip dengan proses pewarnaan dying. Yaitu proses untuk mendapatkan corak warna warni pada kain yang kemudian dikenal dengan teknik Tie dye.
Berbicara tentang tiedye, beberapa waktu lalu, dan masih juga “IN” hingga sekarang, banyak muslimah Indonesia yang menyukai busana atau hijab dengan warna-warna cerah, setelah salah satu Ikon hijabers paling terkenal di Indonesia, Dian Pelangi hampir selalu menggunakan warna warna tie dye ini sebagai produk atau kreasi busananya. Selain busana muslim, tie dye juga diterapkan pada mukena. Salah satunya yang bisa dijadikan contoh, adalah Mukena Tiedye dari RajaMukena.Com berikut dibawah:

Mukena-Tie-dye-rajamukena

Mukena-Tie-dye-rajamukena

Awalnya dulu, bahan utama pembuatan Kain Sasirangan adalah kain mori atau katun yang ukuran nya disesuaikan dengan kebutuhan. Namun saat ini, kain sasirangan telah berkembang, tidak hanya katun saja tetapi juga kain rayon, poliester dan sutera pun sudah dicelup atau diproses pewarnaanya dengan metode sasirangan.

Bahan Pembuatan Kain Sasirangan

Bahan Pembuatan Kain Sasirangan Sumber Flickr/ikhsan effendi

Kain yang sudah disapkan tersebut lalu digambar motif-motif tertentu, khas Banjar, kemudian disirang, istilah dalam bahasa Banjar untuk dijahit, berdasar pola yang telah dibuat. Pada kain yang sudah dijahit, benang jahitnya ditarik agak kuat supaya kencang dan terlihat mengkerut.

Kain Sasirangan

Kain Yang Telah dijahit dan mengkerut Sumber: Flickr/ikhsan effendi

Tahapan berikutnya adalah proses pencelupan atau pewarnaan. Zat warna yg biasa digunakan adalah zat warna yang sama yang dipakai untuk membatik. Pada tahap ini, kain yang sudah dijahit sedemikian rupa akan membuat bagian-bagian tertentu pada kain terhalang atau tidak tertembus oleh larutan zat warna. Dengan cara itulah, kain sasirangan mendapatkan motif maupun corak warnanya yang menawan. Motif buatan tangan yang dibuat oleh satu pengrajin biasanya berbeda-beda, tidak ada yang persis sama. Motif yang dihasilkan ditentukan selain dari komposisi warna juga oleh jenis benang atau jenis bahan pengikat.

Pola Kain Sasirangan Sumber: Flickr/ikhsan effendi

Pola Kain Sasirangan Sumber: Flickr/ikhsan effendi

Setelah seluruh kain diberi warna, kain dicuci hingga air sisa cucian bersih (tidak berwarna lagi). Proses selanjutnya adalah melepas jahitan yang sebelumnya ditujukan untuk membentuk motif kain. kemudian, kain sasirangan yang kini telah memiliki motif dan warna yang cantik dan unik pun dijemur, disetrika, dikemas dan siap dipasarkan

Kain Sasirangan Tiedye Etnik Khas Banjar

Kain Sasirangan Tiedye Etnik Khas Banjar Sumber: Flickr/ikhsan effendi

Jika Kain Sasirangan Tiedye Etnik Khas Banjar maka yang dari Bali adalah Kain RangRang yang sudah dikenal banyak orang. Sudah tahu kalo Mukena Bali Etnik punya produk favorit Ibu Muslimah : Mukena RangRang. Mau Lihat detailnya? Klik doto dibawah ya…
Mukena RangRang Murah Harga Grosir dari Distributor Utama

Advertisements

One thought on “Mengenal Kain Sasirangan Tiedye Etnik Khas Banjar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s