Kain Tenun Geringsing Tenganan Bali

Kain Tenun RangRang Bukanlah Tenun Ikat

Selama ini yang kami pahami bahwa tenun rangrang tergolong tenun ikat. Ternyata ada kesalahan persepsi dari banyak orang tentang pemahaman mengenai hal tersebut.. Karena ketidaktahuan atau mungkin juga kurangnya informasi. Beruntung ada yang meluruskan tentang hal ini. Menurut penjelasan Bapak Diarta Darsa di sebuah grup Facebook, Kain Tenun RangRang Bukanlah Tenun Ikat. Berikut penjelasan beliau, yang kami copas dari Grup FB :

MELURUSKAN INFORMASI TTG Tenun RANG RANG NUSA PENIDA
Melejitnya Tenun RangRang saat ini, tidak dibarengi dengan informasi yg valid ttg tenun Rangrang. Bahkan ada yg hanya memberikan info asal2an bahkan salah dg menyebut rangrang dg tenun ikat.

Tenun Rangrang BUKANLAH Tenun IKAT.

Sekali lagi BUKAN T E N U N I K A T.

Tenun ikat adalah tenun yg dlm membentuk pola/gambar/motif menggunakan benang putih dg teknik mengikat benang serat atau benang pakan atau kedua-duanya (ikat ganda) dg motif/gambar menggunakan tali rapia, kemudian dicelup dg pewarna. Dan bekas ikatan setelah dicelup akan tetap putih kemudian motif yg msh putih diwarnai ulang/mengoles secara manual atau teknik pewarnaan lainnya, bukan dg celup lg. 1 lembar kain menggunakan baris/lungsi serat 800-1200 serat benang dan 1 helai benang pakan. Contoh kain Endek.

Sedangkan Tenun Rangrang dlm membentuk pola/motif/gambar, murni dg menggunakan benang pakan 1 warna yg sdh jadi (pabrikan/hasil celupan) dg cara semi sulam, jika dlm 1 kain (lebar 1m) menggunakan 7 gambar/motif (misalnya motif wajik/bianglala/borobudur/zigzag/perahu/tangga/3dimensi/bunga/kupukupu dll) maka benang pakannyapun berjumlah 7 juga, dengan gulungan pakan secara terpisah dimasukkan secara manual dg tangan per gambar TIDAK BISA MENGGUNAKAN ALAT TENUN AUTOMATIS/ MESIN seperti menenun endek yang hanya tinggal menginjak pedal kiri kemudian kanan alat tenun saja terkecuali benang putus/gambar meleset baru kemudian menggunakan tangan utk memutus/menyambung benang pakan.

DIMANA UNIKNYA RANGRANG?
Jika kain biasa menggunakan serat/baris/lungsi benang yg rapi dan teratur tanpa ada jarak dan serat benang yg tak boleh putus (jika putus hrs disambung) dg menggunakan 1 helai benang pakan yg sdh bermotif/bergambar dg memasuk 1 bng pakan itu bolak balik kiri kanan sampai selesai maka kain rangrang justru sebaliknya.

Kain Rangrang menggunakan serat berjarak/berrangrang/MERANGRANG (sehingga disebut kain RANGRANG) dg jarak/rangrang selebar baris tersusun. Misal : serat 1-10 ada serat benangnya, kemudian serat 11-20 kosong/tanpa serat/kosong/merangrang,kemudian serat 21-30 berserat lagi, 31-40 kosong/merangrang lagi dan seterusnya sampai serat 800-1200serat/sehelai kamben/selendang. Kecil Lebarnya serat yg kosong/merangrang (misal 6/8/10/12 benang serat) akan menentukan tingkat kelembekan kain, semakin lebar maka semakin lembek/lembut kain rangrang itu. Semakin kecil rangrangnya/jarak yg kosong antar serat maka semakin kaku kainnya. Penggunaan lebar/kecilnya rangrang ditentukan oleh jenis benangnya (sutera, metris, rayon,katun), dan tentu tergantung selera penenun. Semakin lebar rangrangnya maka semakin murah harganya krn jumlah benang yg digunakan semakin sedikit.

Keunikan lainnya adalah penggunaan benang PAKANnya. Benang pakan digunakan utk membuat/pola/gambar/motif. Jika pada kain endek benang pakannya hanya sehelai saja yg dimasukan ke serat/lungsi dari kiri ke kanan bolak balik sampai selesai, maka benang pakan pada kain rangrang menggunakan gabungan benang berjumlah 4/6/8/10 benang menjadi 1 helai pakan, tetapi gabungan benang itu tidak DIGILING, hanya digabung bebas terurai atau semrawut saja, bahkan sekarang sdh ada yg brani tampil beda dg mencampur beberapa warna dlm 1 pakan. Biasanya digunakan untuk tepi/pinggiran kain, biasa menggunakan warna TRIDATU, namun tergantung selera penenunnya juga. Semakin sedikit gabungan benang pakannya maka semakin TIPIS kain rangrangnya, semakin banyak gabungan benang pakannya maka kain rangrangnya semakin TEBAL. Semakin sedikit gabungan benang pakannya maka semakin murah kain rangrangnya krn jumlah benang yg digunakan sedikit juga.

Jadi, Harga kain rangrang tergantung dari: jenis kain, lebarnya rangrang antar serat dan banyaknya gabungan jumlah benamg pakan yg digunakan serta jumlah warna/ motif/pola/gambarnya. Semakin banyak warna/motif/gambar maka semakin banyak jumlah gulungan benang pakan yg digunakan artinya semakin lama waktu menenunnya krn harus memasukkan benang pakan satu per satu per warna/per motif.
Tips memilih KAIN RANGRANG:
1. Tentukan dulu tujuan anda dlm membeli rangrang digunakan utk apa (kamben, jas/blazer/safari/kemeja/dress/blouse dll)
2. Kemudian tentukan jenis benangnya (sutera/metris/katun/rayon)
3. Tentukan pewarnanya (pewarna alam/kimia)
4. Jika ingin membuat jas/blazer/safari/kemeja yg berporing gunakan yg serat yg rangrangnya kecil (4/6) tapi pakannya banyak (8/10)
5. Jika ingin membuat blouse/dress/kemeja tanpa poring atau ukuran tubuh besar. Pilihlah kain rangrang yg rangrangnya lebar (10/ 12) dan pakannya sedikit (4/6) agar terkesan jatuh dan mengikuti lekuk/bentuk badan.
6. Utk baju lengan panjang minimal utk 1 bahan panjangnya 2,5 – 3 m lebar 1-1,2 m.

Macam-macam benang yg biasa digunakan Rangrang di Nusa penida saat ini, disusun sesuai tingkat harganya:
1. Sutera dg Pewarna alam.
2. Sutera dg pewarna kimia/pabrikan.
3. Metris pewarna Alam
4. Katun pewarna alam
5. Rayon pewarna alam
6. Metris pabrikan
7. Katun pabrikan
8. Rayon pabrikan

Utk kain dg pewarna ALAM akan mengalami REDUKSI warna / luntur / “ngencehin” minimal sampai 2x cuci,warna yg tereduksi adalah residu/sisa warna celupan yg belum sempurna melekat/menyatunya dg benang.
Benang yg tidak ‘ngencehin’ saat dicuci adalah sutra, metris dan rayon terkecuali yg menggunakan pewarna alam akan tetap ada pembuangan residu/sisa celupan min 2x cuci.

Satu hal lagi WAJIB DIIKUTI :

JANGAN MENCUCI RANGRANG DI MESIN CUCI atau menggunakan sikat cuci.

Ini karena benang pakan yang tidak terikat pada serat krn dirangrang/serat dikosongin mudah utk terkait/mengait dg kain lainnya yg bisa menyebabkan kain rangrang kusut dan tertarik (mebubrusan). Apalagi utk pewarna alam Reduksi warna akan terus terjadi setiap dicuci/residu warna tanpa henti jika menggunakan mesin cuci
Utk PEDAGANG & PENGEPUL tolong ini!!!!

Buat penggiat rangrang yg mempromosikan kain rangrang, TOLONG PAHAMI INFORMASI ini agar tidak salah menjelaskan sehingga menyebabkan Ketidakpuasan thd kain rangrang dikemudian hari bisa kita hindari. Utk kelangsungan Tenun Rangrang yg kita banggakan ini.

Buat para pengepul/saudagar rangrang, PLEASE DECH…. Saya mohon sekali…. jangan menyamaratakan harga rangrang baik membeli ke pengrajin maupun menjual ke end user.
Belilah dan juallah sesuai dgn tingkat kesulitan motif/gambar, kondisi jarak serat dan jumlah gabungan benang pakannya.
Berikan info yg jelas ke calon pembeli dg baik KENAPA HARGANYA BERBEDA. Pastilah pembeli memahaminya. Ada kualitas ada harga.
Jika anda para sodagar/pengepul menyamaratakan harga, artinya anda sedang perlahan bunuhdiri dan bunuh pengrajin. Krn pengrajin hanya akan membuat motif sederhana misalnya wajik dg serat yg lebar dan benang pakan yg sedikit. Artinya krn anda mematok harga rendah, kualitas akan turun dan pembelipun berkurang. Pengrajinpun gulung abah. Andapun bisa gulung tikar.
Yang berkenan tolong di share!

Sumber : https://www.facebook.com/groups/456815614390598/780975751974581/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s